Senin, 19 November 2012
Kamis, 08 November 2012
Cerita Pohon Pisang
from FB..
Rasa-rasanya kita tahu apa itu pohon pisang? Siapa yang belum pernah melihat pohon pisang--baik lewat gambar atau secara langsung. Dulu di belakang kost-an saya jaman kuliah, adalah kebun pisang. Karena kamar saya menghadap belakang, maka kalau saya duduk di kursi, yang dilihat pohon pisang. Melamun, melihat pohon pisang. Memikirkan banyak hal, melihat pohon pisang. Jemur cucian, melihat pohon pisang. Hidup saya masa-masa itu dipenuhi oleh pohon pisang. Dulu, saya tidak sempat menyadarinya, terlalu sering melihat pohon pisang, membuat sy abai akan sebuah proses kehidupan yang menakjubkan. Apa pentingnya sih pohon pisang?
Tetapi saat menonton rekaman pohon pisang mulai dari saat ditanam, tumbuh besar, berjantung, berbuah, kemudian buahnya busuk satu per satu, lantas diikuti pohon pisangnya layu, tumbang, saya berubah pikiran.
Coba perhatikan: Pohon pisang itu hanya bermula dari sebuah tunas kecil, paling hanya sejengkal. Lantas, hari demi hari, tubuhnya semakin besar dan tinggi. Pelepah daunnya sehat menghijau, lebar-lebar, berkelepak pelan saat ditiup angin atau terkena hujan. Berbulan-bulan berlalu, saat masanya tiba, keluarlah jantung dari pohon itu. Lucu sekali bentuknya. Lapis demi lapis kulit jantung terkelupas, serangga membantu penyerbukan, maka pelan-pelan muncullah pisang dalam ukuran kecil-kecil. Hanya sebesar ujung pensil. Kemudian membesar jadi sebesar jempol. Hingga besar seperti buah pisang yang kita lihat di mana-mana.
Lihatlah. Bukankah itu menakjubkan. Hanya tunas sejengkal, bisa tumbuh jadi pohon setinggi 3 meter, pelepah daunnya banyak dan lebar. Siapa yang menumbuhkannya? Hanya tunas sejengkal, bisa berjantung lantas berbuah, yang satu tandan buahnya, lebih besar dibanding pohon pisangnya. Siapa yang membuatnya berbuah?
Dan lebih menakjubkan lagi, proses tunas pohon pisang jadi besar, menghasilkan buah itu membutuhkan apa? Tidak ada tanah yang hancur, tidak ada sekitar yang rusak, tidak ada material, bahan-bahan seperti manusia membangun rumah misalnya. Kiri-kanan-depan-belakang pohon pisang itu tidak berubah, tdk ada yang dirugikan. Malah saat buahnya matang, berbagai burung dan hewan berpesta pora. Saat pohonnya layu, tumbang, tanah menyambutnya sukacita, menjadi sumber pupuk alami.
Itulah salah-satu kasih sayang Tuhan dalam bentuk yang paling terlihat. Hanya tunas sejengkal, bisa tumbuh besar, bisa berbuah. Manusia, meskipun mereka bisa menciptakan roket, robot, senjata nuklir, dan sebagainya, tidak akan pernah mampu menumbuhkan sebatang 'pohon toge' sekalipun. Manusia bisa menciptakan cabe sintetis, telur sintetis, kapas sintetik, tapi tidak akan pernah bisa menumbuhkan kehidupan.
Maka perhatikanlah di depan rumah kalian. Ada pohon mangga? Kecil dulu asalnya, bisa tumbuh besar dan berbuah. Ada pohon belimbing? Kecil sekali bibitnya, bisa tumbuh besar dan berbuah. Ada pohon kelapa? Hanya sebuti kelapa tua asalnya, bisa tumbuh besar dan menghasilkan ribuan kelapa lain. Siapa yang membesarkannya? Siapa yang membuatnya berbuah? Kasih sayang Tuhan melalui mekanisme alam yang amat menakjubkan.
Begitulah.
by Darwis Tere Liye on Thursday, November 8, 2012 at 6:04am ·
Rasa-rasanya kita tahu apa itu pohon pisang? Siapa yang belum pernah melihat pohon pisang--baik lewat gambar atau secara langsung. Dulu di belakang kost-an saya jaman kuliah, adalah kebun pisang. Karena kamar saya menghadap belakang, maka kalau saya duduk di kursi, yang dilihat pohon pisang. Melamun, melihat pohon pisang. Memikirkan banyak hal, melihat pohon pisang. Jemur cucian, melihat pohon pisang. Hidup saya masa-masa itu dipenuhi oleh pohon pisang. Dulu, saya tidak sempat menyadarinya, terlalu sering melihat pohon pisang, membuat sy abai akan sebuah proses kehidupan yang menakjubkan. Apa pentingnya sih pohon pisang?
Tetapi saat menonton rekaman pohon pisang mulai dari saat ditanam, tumbuh besar, berjantung, berbuah, kemudian buahnya busuk satu per satu, lantas diikuti pohon pisangnya layu, tumbang, saya berubah pikiran.
Coba perhatikan: Pohon pisang itu hanya bermula dari sebuah tunas kecil, paling hanya sejengkal. Lantas, hari demi hari, tubuhnya semakin besar dan tinggi. Pelepah daunnya sehat menghijau, lebar-lebar, berkelepak pelan saat ditiup angin atau terkena hujan. Berbulan-bulan berlalu, saat masanya tiba, keluarlah jantung dari pohon itu. Lucu sekali bentuknya. Lapis demi lapis kulit jantung terkelupas, serangga membantu penyerbukan, maka pelan-pelan muncullah pisang dalam ukuran kecil-kecil. Hanya sebesar ujung pensil. Kemudian membesar jadi sebesar jempol. Hingga besar seperti buah pisang yang kita lihat di mana-mana.
Lihatlah. Bukankah itu menakjubkan. Hanya tunas sejengkal, bisa tumbuh jadi pohon setinggi 3 meter, pelepah daunnya banyak dan lebar. Siapa yang menumbuhkannya? Hanya tunas sejengkal, bisa berjantung lantas berbuah, yang satu tandan buahnya, lebih besar dibanding pohon pisangnya. Siapa yang membuatnya berbuah?
Dan lebih menakjubkan lagi, proses tunas pohon pisang jadi besar, menghasilkan buah itu membutuhkan apa? Tidak ada tanah yang hancur, tidak ada sekitar yang rusak, tidak ada material, bahan-bahan seperti manusia membangun rumah misalnya. Kiri-kanan-depan-belakang pohon pisang itu tidak berubah, tdk ada yang dirugikan. Malah saat buahnya matang, berbagai burung dan hewan berpesta pora. Saat pohonnya layu, tumbang, tanah menyambutnya sukacita, menjadi sumber pupuk alami.
Itulah salah-satu kasih sayang Tuhan dalam bentuk yang paling terlihat. Hanya tunas sejengkal, bisa tumbuh besar, bisa berbuah. Manusia, meskipun mereka bisa menciptakan roket, robot, senjata nuklir, dan sebagainya, tidak akan pernah mampu menumbuhkan sebatang 'pohon toge' sekalipun. Manusia bisa menciptakan cabe sintetis, telur sintetis, kapas sintetik, tapi tidak akan pernah bisa menumbuhkan kehidupan.
Maka perhatikanlah di depan rumah kalian. Ada pohon mangga? Kecil dulu asalnya, bisa tumbuh besar dan berbuah. Ada pohon belimbing? Kecil sekali bibitnya, bisa tumbuh besar dan berbuah. Ada pohon kelapa? Hanya sebuti kelapa tua asalnya, bisa tumbuh besar dan menghasilkan ribuan kelapa lain. Siapa yang membesarkannya? Siapa yang membuatnya berbuah? Kasih sayang Tuhan melalui mekanisme alam yang amat menakjubkan.
Begitulah.
by Darwis Tere Liye on Thursday, November 8, 2012 at 6:04am ·
Kamis, 01 November 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
Promo Gabung September diperpanjang sampai 6 Oktober 2012 ya ;)
Gabung sekarang dan dapatkan Elegant Black Beauty Case
Cara Bergabung
Jadilah Consultant Oriflame dengan Rp. 39.900,-
Lakukan order BP pertama dan dapatkan potongan harga* Rp. 20.000,- plus Eye Liner Stylo pada order pertama minimum Rp. 200.000,-
Bergabung sekarang hanya dengan Rp. 19.900,-
* Potongan biaya pendaftaran (Rp. 20.000,-) akan diberikan saat Anda melakukan order BP pertama minimum Rp. 200.000,- selama periode program 1-30 September 2012.
Welcome Program Step 1
Raih kualifikasi untuk Welcome Program Step 1 dengan mencapai akumulasi order personal hingga 100 BP (Bonus Points) selama 30 hari pertama sejak bergabung sebagai Consultant Oriflame dan dapatkan Optimals White Body Lotion senilai Rp. 149.000,- GRATIS!
Welcome Program Step 2
Raih kualifikasi untuk Welcome Program Step 2 dengan mencapai akumulasi order personal hingga 100 BP (Bonus Points) di bulan kedua Anda bersama Oriflame dan dapatkan Delicacy Eau de Toilette senilai Rp. 279.000,- GRATIS!
Welcome Program Step 3
Raih kualifikasi untuk Welcome Program Step 3 dengan mencapai akumulasi order personal hingga 100 BP (Bonus Points) di bulan ketiga Anda bersama Oriflame dan dapatkan Elegant Black Beauty Case senilai Rp. 549.000,- GRATIS!
Langganan:
Postingan (Atom)


